LBH Yogya: Warga Wadas Ditangkap Polisi Belum Kembali

Kepala Divisi Penelitian LBH Yogyakarta, Era Hareva Pasarua mengatakan sampai saat ini salah satu warga Wadas, Jawa Tengah, Muh Su’ud yang ditangkap aparat kepolisian belum dikembalikan.

Era mengatakan Muh Su’ud adalah warga Wadas yang lantang menyerukan penolakan terhadap penambangan batu andesit untuk proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Bener.

“Iya [Muh Su’ud ditangkap]. Sampai saat ini belum kembali. Dia termasuk salah satu warga yang aktif menyuarakan penolakan,” kata Era kepada CNNIndonesia.com, Selasa (8/2).

Era menyebut warga yang ditangkap satu orang. Namun, warga Wadas yang lainnya saat ini banyak yang tengah dikejar-kejar aparat hingga masuk hutan.

“Sampai saat ini masih, bahkan warga dikejar hingga masuk hutan,” ucapnya.

Sebagai informasi, pasukan polisi berkostum dan senjata lengkap memasuki Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo hari ini, Selasa (8/1).

Sebelum aparat kepolisian secara massif masuk ke Desa Wadas, ada warga yang ditangkap secara paksa di sebuah warung kopi (warkop), Muh Su’ud. LBH Yogya menyebut penangkapan itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB.

Kronologinya, Muh Su’ud saat itu sedang bersama istrinya. Mereka kebetulan akan ke Kota Purworejo melewati depan Polsek Bener dan mendapati bahwa kondisi jalan sudah dipenuhi dengan mobil polisi.

Saat sedang sarapan di sekitar lokasi tersebut, mereka didatangi polisi dan dibawa ke Polsek Bener. Istrinya kemudian melarikan diri dan sampai ke Desa Wadas.

Polisi mengatakan warga Desa Wadas, yang ditangkap bernama M Saudi bin M Matali. Dia diamankan lantaran menyebarkan narasi provokatif terkait proses pengukuran lahan untuk pembangunan proyek Bendungan Bener.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Iqbal Alqudussy mengatakan bahwa Saudi diamankan usai memotret kegiatan polisi Polres Purworejo di lokasi sekitar pukul 07.00 WIB pagi tadi.

“Yang bersangkutan sebelumnya teridentifikasi mengambil gambar dan mem-posting kegiatan kepolisian di Polres Purworejo yang selanjutnya diunggah di grup WhatsApp dengan diikuti narasi yang bersifat provokatif,’ kata Iqbal kepada wartawan, Selasa (8/2).

Iqbal berkata saat ini Moch Saudi Bin H. Mat Ali dalam kondisi sehat.

Dilansir dari laman: cnnindonesia.com

Related posts