PTM Bali Disetop, Gerombolan Pelajar Malah Konvoi di Denpasar

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Bali, dihentikan sementara waktu untuk mencegah aktivitas masyarakat dari penyebaran Covid-19. Namun, hal itu malah dimanfaatkan segerombolan pelajar melakukan aksi konvoi sepeda motor di Denpasar, Bali.

Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, bahwa pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat adanya segerombolan remaja yang berjumlah kurang lebih 100 motor. Mereka melintas dan berkonvoi dari arah Tohpati mengarah ke Jalan By Pass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar, kemarin sore (13/2) sekitar pukul 16.00 Wita.

Gerombolan remaja yang sebagian besar masih di bawah umur itu menggunakan atribut kelompok. Aksi mereka dilaporkan mengganggu arus lalu lintas dan masyarakat sekitar.

“Dari laporan masyarakat, tim kami turun ke lapangan melakukan penyekatan di sejumlah wilayah dan berhasil mengamankan anak-anak tersebut beserta sepeda motornya,” kata Bambang, Senin (14/2).

Di Simpang GBB Sanur, kata Bambang, gerombolan anak tersebut terpecah menjadi dua kelompok. Sebagian mengarah ke Kota Denpasar, persisnya di Jalan Sudirman Denpasar. Kelompok ini berhasil disekat polisi di Jalan Teuku Umar, Denpasar. Tiga sepeda motor diamankan.

Sebagian kelompok lagi mengarah ke Jalan Raya Sesetan Denpasar Selatan. Ada beberapa dari mereka masuk ke perkampungan warga, meski pada akhirnya berhasil diamankan tim gabungan Polresta Denpasar.

Polisi berkat bantuan warga juga turut mengamankan para remaja itu di perumahan Sesetan, Denpasar. Delapan unit sepeda motor digelandang petugas.

Total keseluruhan sepeda motor yang berhasil disita polisi berjumlah 12 unit. Sebanyak 18 anak yang sebagian berusia di bawah umur turut diamankan. Polisi masih memburu puluhan remaja sisanya.

“Siapapun, jangan coba mengganggu keamanan, saya akan berdiri tegap dan menindak tegas dibantu instansi terkait untuk melebur semua yang mengganggu Kamtibmas wilayah Denpasar dan menjadikan Bali sebagai center of view dunia,” katanya.

Puluhan remaja yang ditangkap kini masih menjalani pemeriksaan di satuan Reskrim Polresta Denpasar. Kepolisian akan memanggil para orang tua mereka.

Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar, Anak Agung Sudiana mendukung penuh tindakan yang dilakukan kepolisian untuk menindak anak muda yang mengganggu keamanan Denpasar.

“Kami dari MDA kota Denpasar mendukung apa yang sudah dilakukan Kapolresta Denpasar dan jajaranya dalam menjaga keamanan. Dimana Denpasar menjadi barometer keamanan Bali dan kami siap bersinergi menangani konvoi anak muda tersebut,” ujarnya.

Related posts