Survei SMRC: Kasus Arteria Dahlan Berdampak Negatif bagi PDIP di Jabar

Saiful Mujani Research Center (SMRC) menyebut kasus penghinaan bahasa Sunda yang dilakukan anggota DPR dari fraksi PDIP Arteria Dahlan memengaruhi elektabilitas partai tersebut di Jawa Barat.

Manajer Program SMRC Saidiman Ahmad memaparkan hasil survei yang menunjukkan bahwa pernyataan Arteria memberikan dampak negatif. Pasalnya, dari sejumlah orang yang mengetahui peristiwa tersebut hanya 14 persen di antaranya yang menyatakan pilihan pada PDIP.

“Isu atau kasus Arteria Dahlan terkait pernyataan etnis Sunda itu berdampak negatif terhadap elektabilitas PDIP,” ujar Saidimam dalam acara pemaparan hasil survei daring, Selasa (15/2).

Sedangkan, warga Jawa Barat yang tidak mengetahui peristiwa tersebut dan memilih PDIP persentasenya lebih besar yaitu 21 persen.

“Ini artinya ada efek dari pengetahuan publik Jabar terhadap peristiwa itu terhadap keterpilihan PDIP. Mereka yang tahu [peristiwa] itu cenderung lebih sedikit memilih dari pada yang tidak tahu,” lanjut Saidiman.

Lebih jauh, pengaruh Arteria terhadap elektabilitas PDIP terlihat berpengaruh lebih besar ketika menghubungkan namanya dengan orang-orang yang menganggapnya telah menyinggung etnis Sunda.

Pasalnya, mereka yang setuju bahwa Arteria menyinggung etnis Sunda itu hanya 11 persen yang memberikan pilihan terhadap PDIP.

“Jadi intinya adalah bahwa pernyataan atau kasus pernyataan Arteria Dahlan ini punya pengaruh elektabilitas PDIP,” ucapnya.

Sebelum mencapai angka tersebut, ia menjabarkan bahwa terdapat 66 persen warga Jabar yang menjadi populasi survei mengetahui penghinaan yang dilakukan Arteria. Sedangkan, 64 dari 66 persen warga yang mengetahui, telah menganggap tindakan Arteria menyinggung etnis Sunda.

“Peristiwa ini cukup menghebohkan jadi warga Jawa Barat, umumnya atau mayoritasnya mengetahui peristiwa itu,” tuturnya.

SMRC merilis hasil survei mengenai pandangan publik di Jabar dengan total responden 801 orang. Secara rinci SMRC menggunakan metode double sampling untuk 640 responden dan random digit dialing (RDD) untuk 161 responden.

Survei ini dilakukan sepanjang 5-8 Februari 2022 dengan margin of error ±3,5 persen. Sedangkan, tingkat kepercayaannya mencapai 95 persen.

Sebagai informasi, Arteria Dahlan dilaporkan oleh sejumlah elemen masyarakat ke Polda Jawa Barat buntut dari pernyataannya yang mempermasalahkan pemakaian bahasa Sunda oleh pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Barat di dalam rapat Komisi III DPR RI.

Related posts