Keputusan Rusia Tarik Pasukan dari Ukraina Angkat Rupiah ke Rp14.280

Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.280 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (16/2) pagi ini. Mata uang Garuda naik 19,5 poin atau 0,14 persen dari perdagangan sebelumnya, yakni Rp14.299 per dolar AS.

Sementara, mayoritas mata uang di Asia bergerak menguat pagi ini. Tercatat, dolar Singapura naik 0,07 persen, won Korea Selatan naik 0,23 persen, peso Filipina yang naik 0,13 persen, rupee India naik 0,35 persen, yuan China naik 0,01 persen, dan ringgit Malaysia naik 0,01 persen.

Kemudian, mata uang Asia lainnya justru melemah seperti yen Jepang minus 0,03 persen, dolar Hong Kong minus 0,02 persen, dan baht Thailand minus 0,01 persen.

Di sisi lain, mata uang di negara maju beragam pagi ini. Terpantau, franc Swiss tak bergeming, dolar Kanada minus 0,01 persen, dolar Australia minus 0,06 persen, poundsterling Inggris naik 0,05 persen, dan euro Eropa minus 0,06 persen.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra memproyeksi nilai tukar rupiah akan menguat hari ini setelah pemerintah Rusia mengumumkan akan menarik sebagian pasukan militernya dari perbatasan dengan Ukraina.

“Pengumuman ini paling tidak sedikit menurunkan ketegangan antara Rusia dengan NATO. Walaupun demikian NATO masih waspada menunggu sikap lanjutan Rusia untuk tidak menyerang Ukraina,” kata Ariston kepada CNNIndonesia.com, Rabu (16/1).

Dari dalam negeri, potensi pemulihan ekonomi di tengah pandemi dengan data penjualan ritel yang membaik diproyeksikan akan mendukung penguatan rupiah.

Namun begitu, pasar masih akan mewaspadai perkembangan pandemi di Tanah Air yang sudah melewati puncak pandemi gelombang kedua pada tahun lalu. Ia pun memprediksi penguatan rupiah akan bergerak dengan antara Rp14.250 hingga Rp14.320.

Related posts