Sopir Truk Dipukuli Polisi Saat Demo, Polres Kudus Minta Maaf

Seorang sopir truk dipukuli polisi saat melakukan aksi demonstrasi di Kantor Dinas Perhubungan Kudus, Jawa Tengah. Korban dipukuli menggunakan helm hingga terluka.

Mengutip kantor berita antara, pemukulan dilakukan terhadap seorang sopir truk bus bernama Slamet Riyanto pada Kamis kemarin (17/2). Saat itu dia ikut demo menolak kebijakan pemerintah terkait pelarangan truk over dimension and overloading (ODOL).

Namun, dia menjadi korban kekerasan anggota polisi. Kepala bagian kiri terluka akibat dipukuli dengan helm.

“Kami selaku Kasatlantas Polres Kudus menyampaikan permohonan maaf atas adanya insiden yang dilakukan anggota kami terhadap saudara Slamet Riyanto saat pengamanan penyampaian aspirasi para sopir truk,” kata Kasat Lantas Polres Kudus AKP Galuh Pandu Pandega mengutip Antara.

Anggota Satlantas Polres Kudus saat ini sudah meminta maaf kepada korban. Slamet Riyanto pun menerima permohonan maaf dari polisi yang dimaksud, yakni Briptu M Fernanda.

“Permintaan maaf mereka saya terima. Kasus ini juga sudah diselesaikan secara musyawarah tanpa harus melalui jalur hukum,” kata Slamet.

Saat demo, Slamet bermaksud melerai polisi dan pedemo. Namun, ia dikira merekam kejadian itu hingga mengalami kekerasan.

Berdasarkan rekaman video berdurasi 12 detik yang tersebar di media sosial, terlihat pria berseragam aparat melemparkan helm ke arah sopir truk yang tengah melintas.

Related posts