Trump Sebut Putin Genius Akui Kemerdekaan Donetsk-Luhansk

Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memuji tindakan Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang mengakui kemerdekaan Ukraina timur di Donetsk dan Luhansk.

“Saya kemarin menonton siaran (Putin) di televisi. Saya bilang ‘ini genius’,” ujar Trump saat ditanya presenter radio soal pengakuan kemerdekaan dari Putin dikutip AFP, Rabu (23/2).

Ia lalu berkata, “Putin mendeklarasikan sebagian besar wilayah Ukraina. Putin menyatakan kemerdekaan mereka. Oh, itu luar biasa.”

00:00 / 00:00

Rusia menghadapi kecaman internasional usai Putin mengakui kemerdekaan Donetsk-Luhansk, dua wilayah di timur Ukraina yang selama ini dikuasai kelompok separatis pro-Rusia.

Putin juga menandatangani pengerahan pasukan ke wilayah itu dengan dalih menjaga perdamaian.

Sejumlah negara Barat dan Uni Eropa menjatuhkan sanksi finansial ke Rusia.

Dalam pernyataan terpisah, Trump mengatakan krisis di Ukraina tak akan meningkat jika Presiden AS saat ini, Joe Biden, menangani dengan baik.

“Saya mengenal Vladimir Putin dengan sangat baik, dan dia tak akan pernah melakukan apa yang dia lakukan seperti sekarang jika di era pemerintahan Trump. Tidak mungkin,” kata dia membanggakan diri.

Ia mengkritik tanggapan yang dinilai lemah dari pemerintahan Biden. Menurut Trump, sikap AS tak sejalan dengan tindakan Rusia.

“Sekarang sudah dimulai, harga minyak naik dan semakin melonjak. Dan Putin tak hanya mendapat apa yang selalu diinginkan, tapi juga lonjakan harga minyak dan gas (yang membuatnya) semakin kaya,” lanjut Trump.

Saat Trump memimpin, hubungan Amerika Serikat dan Ukraina tak begitu hangat. Relasi AS dan Rusia menghangat di masa pemerintahan Trump.

Trump juga disebut mencoba memblokir bantuan militer untuk menekan Presiden Volodymyr Zelensky terkait Rusia.

Terpisah, mantan penasehat Gedung Putih, Rusia Fiona Hill, mengatakan kebijakan luar negeri Trump didorong oleh kepentingan pribadi bukan kepentingan nasional.

“Tidak sekalipun saya melihat dia melakukan apa saja untuk mengutamakan kepentingan Amerika. Tidak sekali pun, tidak satu detik pun,” kata Hill.

Related posts